Naw' keenam -Al-Marfu'- sudah beberapa kali disinggung di naw'-naw' sebelumnya (terutama saat membahas Al-Musnad), dan di sinilah Al-'Iraqi mendefinisikannya secara langsung.
Definisi: Disandarkan kepada Nabi
وَسَمِّ «مَرْفُوعاً»: مُضَافاً لِلنَّبِي * وَاشْتُرِطَ الْخَطِيبُ رَفْعَ الصَّاحِبِ
"Namailah 'Marfu'': (yaitu apa) yang disandarkan kepada Nabi. Dan Al-Khathib (Al-Baghdadi) mensyaratkan bahwa yang mengangkatnya (me-rafa'-kannya, meriwayatkannya) adalah Sahabat." Definisi dasarnya sederhana: Marfu' adalah ucapan, perbuatan, ketetapan (taqrir), atau sifat yang disandarkan kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam -berbeda dari Mauquf (disandarkan ke Sahabat) dan Maqthu' (disandarkan ke Tabi'in).
Tapi Al-'Iraqi mencatat ada perbedaan pendapat soal siapa yang boleh menjadi perawi langsung riwayat Marfu' ini: Al-Khathib Al-Baghdadi (ulama besar penulis kitab-kitab metodologi hadits, termasuk Al-Kifayah fi 'Ilmi Ar-Riwayah) mensyaratkan riwayat Marfu' itu harus datang lewat penuturan seorang Sahabat -bukan lewat Tabi'in yang langsung mengaku menyandarkan sesuatu ke Nabi tanpa melalui Sahabat.
Marfu' vs Mursal: Perbedaan yang Sering Tertukar
Bagian kedua naw' ini menjelaskan sebuah kesalahpahaman umum -sebagian orang mengira Al-Marfu' otomatis berarti sanadnya bersambung (muttasil). Padahal keduanya adalah dua hal yang berbeda.
وَمَنْ يُقَابِلْهُ بِذِي الْإِرْسَالِ * فَقَدْ عَنَى بِذَاكَ ذَا اتِّصَالِ
"Dan siapa yang menghadapkan (mengontraskan) Al-Marfu' dengan Al-Mursal, maka yang ia maksud dengan itu (istilah Marfu' dalam konteks tersebut) adalah yang muttasil (bersambung sanadnya)." Artinya: kalau seseorang membandingkan "hadits Marfu'" versus "hadits Mursal" (naw' yang akan dibahas beberapa naw' lagi), yang sebenarnya ia maksud bukan status Marfu'-nya semata, tapi Marfu' YANG SEKALIGUS bersambung sanadnya sampai Sahabat. Sebab secara teknis, Al-Mursal sendiri -riwayat Tabi'in yang langsung menyandarkan ke Nabi tanpa menyebut Sahabat perantara- SECARA ISI tetap tergolong Marfu' juga (karena isinya disandarkan ke Nabi), hanya saja sanadnya terputus.
Jadi Al-Marfu' adalah istilah tentang ISI/OBJEK penyandaran (ke Nabi), sedangkan Muttasil dan Mursal adalah istilah tentang BENTUK sanad (bersambung atau terputus). Sebuah riwayat bisa Marfu' sekaligus Muttasil, atau Marfu' sekaligus Mursal (terputus) -dua kombinasi yang berbeda status kekuatannya, meski sama-sama "Marfu'" dari segi kandungan matannya.
Catatan & Referensi
Bait naw' 6 (bait ke-95 s/d ke-96) ditranskripsi dari edisi tahqiq At-Tabshirah wat-Tadzkirah (Alfiyah al-'Iraqi), seri Mutun Thalib al-'Ilm, bagian "Al-Marfu'". Dalam susunan asli nazham ini, naw' Al-Marfu' justru tercetak SEBELUM naw' Al-Musnad dan Al-Muttasil (bukan sesudahnya) -bab-bab di kitab ini mengikuti urutan 65 naw' klasik Ibnu Shalah untuk konsistensi kurikulum, sementara kutipan baitnya tetap diambil dari lokasi aslinya masing-masing di dalam nazham.
↩