Setelah naw' sebelumnya (Al-Musnad) menunjukkan bahwa istilah "tersambung" (washl) sering dikaitkan dengan status Marfu', naw' kelima ini -Al-Muttasil, yang juga disebut Al-Mausul- justru memisahkan dua hal itu secara tegas. Muttasil murni bicara soal sanad, lepas dari kandungan matannya.
Definisi: Sanad yang Dinukil Secara Bersambung
وَإِنْ تَصِلْ بِسَنَدٍ مَنْقُولَا * فَسَمِّهِ «مُتَّصِلاً»، «مَوْصُولَا»
"Dan jika ia (hadits) bersambung dengan sanad yang dinukil (secara utuh), maka namailah ia 'Muttasil', 'Mausul'." Dua istilah -Muttasil dan Mausul- dipakai bergantian untuk maksud yang sama: setiap rawi dalam sanad benar-benar mendengar/menerima riwayat itu langsung dari rawi di atasnya, tanpa ada mata rantai yang hilang.
Berlaku untuk Marfu' Maupun Mauquf, Tapi Tidak untuk Maqthu'
Poin paling penting dari naw' ini: istilah Al-Muttasil TIDAK terikat pada status Marfu' (sampai ke Nabi) atau Mauquf (berhenti di Sahabat) -keduanya sama-sama bisa disebut Muttasil selama sanadnya memang bersambung.
سَوَاءٌ الْمَوْقُوفُ وَالْمَرْفُوعُ * وَلَمْ يَرَوْا أَنْ يَدْخُلَ الْمَقْطُوعُ
"Sama saja apakah itu Mauquf atau Marfu' -dan mereka (ulama) tidak memandang Al-Maqthu' termasuk (dalam cakupan istilah Muttasil)." Jadi sebuah riwayat perkataan Sahabat (Mauquf) yang sanadnya bersambung penuh sampai ke Sahabat itu, tetap sah disebut Muttasil -walau ia bukan Musnad (karena bukan Marfu'). Sebaliknya, Al-Maqthu' (perkataan Tabi'in, akan dibahas di naw' berikutnya) sengaja dikecualikan ulama dari istilah ini, karena "tersambungnya" sanad Maqthu' bukan fokus utama saat istilah itu dipakai.
Perbedaan halus antara Al-Musnad (naw' 4, syaratnya lebih ketat -harus Marfu', dan menurut sebagian ulama harus Marfu' plus Muttasil sekaligus) dan Al-Muttasil (naw' ini, cukup syarat sanad-nya saja tanpa peduli status Marfu'/Mauquf) adalah salah satu contoh kenapa istilah-istilah musthalah yang terdengar mirip perlu dipelajari definisinya satu per satu, bukan disamakan begitu saja.
Catatan & Referensi
Bait naw' 5 (bait ke-99 s/d ke-100) ditranskripsi dari edisi tahqiq At-Tabshirah wat-Tadzkirah (Alfiyah al-'Iraqi), seri Mutun Thalib al-'Ilm, bagian "Al-Muttasil wal-Mausul".
↩