Naw' 3: Adh-Dha'if -Kenapa Sebab Kelemahan Hadits Bisa Sampai 49 Jenis

Setelah dua naw' sebelumnya membahas Ash-Shahih dan Al-Hasan secara panjang lebar, naw' ketiga -Adh-Dha'if- justru salah satu naw' terpendek dalam Alfiyah al-'Iraqi, hanya lima bait. Bukan karena topiknya sepele, tapi karena cara Al-'Iraqi mendefinisikannya memang ringkas: Adh-Dha'if didefinisikan secara negatif, sebagai lawan dari dua kategori sebelumnya.

Definisi: Yang Tidak Mencapai Derajat Hasan

أَمَّا «الضَّعِيفُ»: فَهْوَ مَا لَمْ يَبْلُغِ * مَرْتَبَةَ الْحُسْنِ، وَإِنْ بَسْطٌ بُغِي

1

"Adapun Adh-Dha'if: ia adalah (hadits) yang tidak mencapai tingkatan Al-Hasan. Jika ingin dijabarkan (lebih rinci) -" Definisi ini konsisten dengan cara Al-'Iraqi menyusun tiga kategori dasar hadits di naw' 1: kalau Ash-Shahih sudah didefinisikan lewat lima syarat positifnya (muttasil, 'adl, dhabith, tidak syadz, tidak ber-'illah), dan Al-Hasan sudah didefinisikan dengan syarat yang sedikit lebih longgar, maka Adh-Dha'if otomatis adalah apa saja yang gagal memenuhi syarat-syarat itu -baik gagal total, maupun gagal sebagian.

Kombinasi Sebab-Sebab Kelemahan

Empat bait berikutnya menjelaskan bahwa kelemahan (dha'f) sebuah hadits bisa berasal dari kombinasi berbagai sebab -kehilangan satu syarat penerimaan, kehilangan dua syarat sekaligus, atau bahkan lebih.

فَفَاقِدٌ شَرْطَ قَبُولٍ قِسْمُ * وَاثْنَيْنِ قِسْمٌ غَيْرُهُ، وَضَمُّوا

سِوَاهُمَا فَثَالِثٌ، وَهَكَذَا

"Maka (hadits) yang kehilangan satu syarat penerimaan adalah satu bagian; yang kehilangan dua (syarat sekaligus) adalah bagian lain; dan digabungkanlah selain keduanya jadi bagian ketiga -begitu seterusnya." Ini menjelaskan kenapa dalam Musthalah Hadits, satu hadits Dha'if bisa punya lebih dari satu "penyakit" sekaligus (misalnya sanad-nya munqathi' DAN salah satu rawinya juga dituduh dusta) -bukan berarti klasifikasinya jadi kabur, tapi karena memang begitu cara ilmu ini memetakan kombinasi sebab kelemahan.

49 Jenis Sebab Kedhaifan Menurut Ibnu Hibban

Naw' ini ditutup dengan sebuah fakta yang sering dikutip untuk menunjukkan betapa detailnya ulama hadits memetakan sebab-sebab kelemahan sebuah riwayat: Ibnu Hibban Al-Busti (penyusun Shahih Ibnu Hibban yang sudah disinggung di naw' 1) pernah menghitung sebab-sebab kedhaifan hadits sampai 49 jenis.

وَعَدُّهُ الْبُسْتِيُّ فِيمَا أَوْعَى * لِتِسْعَةٍ وَأَرْبَعِينَ نَوْعَا

"Dan Al-Busti (Ibnu Hibban) menghitungnya, dalam apa yang beliau kumpulkan, sampai empat puluh sembilan jenis." Angka 49 ini bukan daftar yang perlu dihafal satu per satu di bab ini -sebagian besar dari 49 jenis itu justru akan dibahas satu per satu sebagai naw'-naw' tersendiri di sepanjang sisa Alfiyah al-'Iraqi: mulai dari Al-Mursal, Al-Munqathi', At-Tadlis, Asy-Syadz, Al-Munkar, Al-Mu'allal, Al-Mudhtarib, Al-Mudraj, sampai Al-Maudhu' -yang masing-masing adalah SATU jenis spesifik dari sekian banyak cara sebuah hadits bisa jatuh ke derajat Dha'if.

Dengan kata lain, naw' Adh-Dha'if ini berfungsi sebagai "pintu gerbang" -mendefinisikan kategori besarnya secara singkat, sebelum nazham ini membedah isinya satu per satu di naw'-naw' berikutnya.

Catatan & Referensi

  1. Bait naw' 3 (bait ke-90 s/d ke-94) ditranskripsi dari edisi tahqiq At-Tabshirah wat-Tadzkirah (Alfiyah al-'Iraqi), seri Mutun Thalib al-'Ilm, bagian "Al-Qism ats-Tsalits: Adh-Dha'if". Rujukan 49 jenis sebab kedhaifan versi Ibnu Hibban adalah klaim Al-'Iraqi sendiri di bait 94 -jumlah pasti dan rincian penuh 49 jenis itu ada di kitab Ibnu Hibban sendiri, tidak dirinci ulang oleh Al-'Iraqi dalam Alfiyah ini.

Bagikan: Facebook X WhatsApp Email