Naw' 22: Al-Maqlub -Kisah Ujian 100 Hadits yang Dibalik untuk Menguji Imam Al-Bukhari

Kaligrafi Arab, ilustrasi untuk artikel "Naw' 22: Al-Maqlub -Kisah Ujian 100 Hadits yang Dibalik untuk Menguji Imam Al-Bukhari"

Naw' kedua puluh dua membahas Al-Maqlub -riwayat yang mengalami "pembalikan", baik pada bagian sanad maupun matannya. Naw' ini juga memuat salah satu kisah paling legendaris dalam sejarah ilmu hadits.

Jenis Pertama: Menukar Nama Rawi demi Keunikan

وَقَسَّمُوا «الْمَقْلُوبَ» قِسْمَيْنِ: إِلَى * مَا كَانَ مَشْهُوراً بِرَاوٍ أُبْدِلَا

1

بِوَاحِدٍ نَظِيرِهِ كَيْ يُرَغَّبَا * فِيهِ لِلْإِغْرَابِ إِذَا مَا اسْتُغْرِبَا

"Ulama membagi Al-Maqlub jadi dua bagian: (bagian pertama) riwayat yang semula masyhur dengan (nama) seorang rawi, lalu diganti dengan rawi lain yang setara dengannya -supaya riwayat itu jadi lebih diminati/dicari karena kesan keanehannya (gharabah), ketika ia sengaja dijadikan tampak langka." Ini bentuk kecurangan yang cukup unik: seorang rawi (biasanya bermasalah secara integritas) sengaja mengganti nama perawi dalam sanad yang sudah dikenal luas dengan nama rawi lain yang levelnya setara, supaya riwayatnya tampak sebagai temuan baru/langka -sesuatu yang menarik perhatian pencari hadits, padahal isinya sama saja dengan riwayat yang sudah ada.

Jenis Kedua: Membalik Sanad untuk Sebuah Matan (Kisah Ujian Al-Bukhari)

Bentuk kedua adalah kisah yang paling dikenal luas dalam tradisi ilmu hadits -pengujian kekuatan hafalan Imam Al-Bukhari oleh para ulama Baghdad.

وَمِنْهُ قَلْبُ سَنَدٍ لِمَتْنِ * نَحْوُ امْتِحَانِ إِمَامِهِمُ الْفَنِّ

فِي مِئَةٍ لَمَّا أَتَى بَغْدَادَا * فَرَدَّهَا وَجَوَّدَ الْإِسْنَادَا

"Dan termasuk (Al-Maqlub): membalik sanad untuk sebuah matan, seperti ujian (yang dilakukan) terhadap Imam mereka dalam bidang ilmu ini (yakni Imam Al-Bukhari), sejumlah seratus (hadits yang dibalik pasangan sanad-matannya), ketika beliau datang ke Baghdad -beliau membetulkannya kembali dan menyempurnakan sanadnya." Ini merujuk kisah masyhur: ketika Imam Al-Bukhari tiba di Baghdad, para ulama hadits di sana ingin menguji kekuatan hafalannya. Mereka sengaja menyiapkan seratus hadits yang PASANGAN sanad dan matannya dibalik/ditukar-tukar secara sengaja (misalnya matan hadits A dipasangkan dengan sanad hadits B, dan sebaliknya), lalu membacakannya satu per satu kepada Al-Bukhari. Beliau mendengarkan seluruhnya dengan tenang -lalu, setelah semuanya selesai dibacakan, beliau mengulang SATU PER SATU seratus hadits itu dengan pasangan sanad-matan yang SUDAH DIBETULKAN kembali ke bentuk aslinya, murni dari hafalannya sendiri. Kisah ini jadi salah satu bukti paling terkenal soal kedalaman hafalan Al-Bukhari yang jadi rujukan sepanjang sejarah ilmu hadits.

Al-Maqlub yang Tidak Disengaja: Kekeliruan Murni Rawi

Berbeda dari dua bentuk di atas yang melibatkan unsur kesengajaan (baik untuk menipu atau untuk menguji), Al-'Iraqi juga mencatat bentuk pembalikan yang terjadi murni karena kekeliruan tak disengaja seorang rawi.

وَقَلْبُ مَا لَمْ يَقْصِدِ الرُّوَاةُ * نَحْوُ «إِذَا أُقِيمَتِ الصَّلَاةُ»

حَدَّثَهُ فِي مَجْلِسِ الْبُنَانِي * حَجَّاجٌ أَعْنِي ابْنَ أَبِي عُثْمَانِ

فَظَنَّهُ عَنْ ثَابِتٍ جَرِيرُ * بَيَّنَهُ حَمَّادٌ الضَّرِيرُ

"Dan pembalikan yang tidak disengaja oleh para rawi, seperti (hadits) 'apabila shalat telah didirikan'. Hadits ini disampaikan oleh Hajjaj bin Abi 'Utsman di majelis Al-Bunani, lalu Jarir (salah satu yang hadir) menyangkanya (berasal) dari Tsabit -(kekeliruan itu) kemudian dijelaskan oleh Hammad Adh-Dharir." Contoh ini menunjukkan bentuk Maqlub yang paling manusiawi: seorang pendengar di sebuah majelis salah mengingat SIAPA yang sebenarnya meriwayatkan sebuah hadits (menyangka dari Tsabit, padahal aslinya dari Hajjaj bin Abi 'Utsman) -kekeliruan murni ingatan, bukan kesengajaan menipu, dan untungnya bisa dikoreksi oleh Hammad Adh-Dharir yang mengetahui riwayat aslinya dengan benar.

Catatan & Referensi

  1. Bait naw' 22 (bait ke-242 s/d ke-248) ditranskripsi dari edisi tahqiq At-Tabshirah wat-Tadzkirah (Alfiyah al-'Iraqi), seri Mutun Thalib al-'Ilm, bagian "Al-Maqlub". Kisah ujian seratus hadits terbalik kepada Imam Al-Bukhari di Baghdad adalah salah satu kisah paling populer dalam sirah/biografi beliau, dikutip luas di berbagai kitab tarikh dan syarah hadits.

Bagikan: Facebook X WhatsApp Email