Ikhtishar 'Ulumil Hadits Bab 9: Hadits Maqthu'

Buah kurma, ilustrasi untuk artikel "Ikhtishar 'Ulumil Hadits Bab 9: Hadits Maqthu'"

An-Naw' Ats-Tsamin: Al-Maqthu'

وَهُوَ الْمَوْقُوفُ عَلَى التَّابِعِينَ قَوْلًا وَفِعْلًا، وَهُوَ غَيْرُ الْمُنْقَطِعِ. وَقَدْ وَقَعَ فِي عِبَارَةِ الشَّافِعِيِّ وَالطَّبَرَانِيِّ إِطْلَاقُ " الْمَقْطُوعِ " عَلَى مُنْقَطِعِ الْإِسْنَادِ غَيْرِ الْمَوْصُولِ

"Ia (maqthu') adalah ucapan atau perbuatan yang disandarkan kepada tabi'in, dan ia berbeda dari munqathi'. Dalam ungkapan Asy-Syafi'i dan Ath-Thabarani, terkadang istilah 'maqthu'' juga dipakai untuk sanad yang terputus (tidak bersambung)."

وَقَدْ تَكَلَّمَ الشَّيْخُ أَبُو عَمْرٍو عَلَى قَوْلِ الصَّحَابِيِّ " كُنَّا نَفْعَلُ "، أَوْ " نَقُولُ كَذَا "، إِنْ لَمْ يُضِفْهُ إِلَى زَمَانِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: فَقَالَ أَبُو بَكْرٍ الْبَرْقَانِيُّ عَنْ شَيْخِهِ أَبِي بَكْرٍ الْإِسْمَاعِيلِيِّ: إِنَّهُ مِنْ قَبِيلِ الْمَوْقُوفِ. وَحَكَمَ النَّيْسَابُورِيُّ بِرَفْعِهِ، لِأَنَّهُ يَدُلُّ ...

"Asy-Syaikh Abu 'Amr (Ibnu Shalah) membahas ucapan sahabat 'kami dahulu melakukan begini' atau 'kami mengucapkan demikian', apabila tidak disandarkan kepada masa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam: Abu Bakr Al-Barqani, dari gurunya Abu Bakr Al-Isma'ili, berkata bahwa itu termasuk mauquf. Sedangkan An-Naisaburi menghukuminya sebagai marfu', karena ucapan itu menunjukkan..." (kalimat terpotong di batas halaman sumber)

قَالَ: وَمِنْ هَذَا الْقَبِيلِ قَوْلُ الصَّحَابِيِّ " كُنَّا لَا نَرَى بَأْسًا بِكَذَا "، أَوْ " كَانُوا يَفْعَلُونَ أَوْ يَقُولُونَ "، أَوْ " يُقَالُ كَذَا فِي عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ": إِنَّهُ مِنْ قَبِيلِ الْمَرْفُوعِ

"Beliau berkata: Termasuk golongan ini pula ucapan sahabat 'kami dahulu tidak memandang mengapa untuk melakukan begini', atau 'mereka dahulu biasa melakukan atau mengucapkan begitu', atau 'dahulu dikatakan demikian pada masa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam' - ini semua termasuk golongan marfu'."

وَقَوْلُ الصَّحَابِيِّ " أُمِرْنَا بِكَذَا "، أَوْ " نُهِينَا عَنْ كَذَا " مَرْفُوعٌ مُسْنَدٌ عِنْدَ ...

"Dan ucapan sahabat 'kami diperintahkan melakukan begini', atau 'kami dilarang dari begitu', dihukumi marfu' dan musnad menurut..." (kalimat terpotong di batas halaman sumber, berlanjut ke halaman berikutnya)

Bagikan: Facebook X WhatsApp Email