Jilid keempat dan terakhir Fathul Mughits membahas seluk-beluk biografi rawi. Sebagai jembatan dari jilid ketiga, bab ini membuka jilid tersebut dengan istilah yang menuntut ketelitian ekstra karena kemiripannya dengan tadlis yang sudah dibahas sebelumnya.
Khafiyyul Irsal (Al-Irsal al-Khafi)
Alfiyah al-'Iraqi merangkum penanda khafiyyul irsal dalam bait berikut:
As-Sakhawi lalu menegaskan sendiri pembeda khafiyyul irsal dari tadlis dalam prosa syarahnya:
Khafiyyul irsal adalah seorang rawi meriwayatkan dengan kata penghubung seperti "'an" dari seseorang yang sezaman dengannya dan bahkan pernah ia temui, tapi untuk riwayat spesifik itu ia sebenarnya tidak mendengarnya langsung.1 Sekilas ini terdengar persis sama dengan tadlis al-isnad yang sudah dibahas di bab 11 - dan memang keduanya sangat berkaitan, tapi As-Sakhawi menegaskan satu perbedaan penting.
Beda Khafiyyul Irsal dari Tadlis
Pembeda utamanya ada pada niat dan kesadaran sang rawi. Tadlis mengandaikan sang rawi tahu bahwa ia tidak mendengar langsung, tapi tetap sengaja memakai redaksi yang memberi kesan sebaliknya - ada unsur penyamaran yang disengaja. Khafiyyul irsal lebih longgar dari itu: keterputusan (irsal) memang benar-benar terjadi, tapi sifatnya tersembunyi (khafiy) dalam arti tidak mudah diketahui bahkan oleh sang rawi sendiri atau orang-orang di zamannya - baru terungkap belakangan lewat penelitian ulama yang membandingkan berbagai jalur riwayat.2
Dengan kata lain: setiap tadlis al-isnad pasti mengandung irsal yang tersembunyi (karena bagian yang disembunyikan itu memang tidak kelihatan di permukaan), tapi tidak setiap khafiyyul irsal berarti tadlis - karena tadlis butuh unsur kesengajaan menyamarkan, sementara khafiyyul irsal bisa terjadi tanpa niat buruk sama sekali, semata karena kompleksitas jaringan pertemuan antar rawi yang tidak selalu jelas dari luar.
Karena sifatnya yang tersembunyi, khafiyyul irsal hanya bisa diketahui lewat metode yang sama dengan al-i'tibar (bab 14) - mengumpulkan seluruh jalur riwayat untuk matan yang sama, lalu memeriksa apakah ada jalur lain yang secara eksplisit menyebutkan perantara yang hilang di jalur pertama.3
Bab selanjutnya membahas kasus yang berlawanan arah - bukan rawi yang hilang, tapi rawi yang bertambah: al-mazid fi muttasilil isnad.
Catatan & Referensi
Definisi khafiyyul irsal (al-irsal al-khafi) dirumuskan Ibnu Shalah dalam Muqaddimah-nya dan dijelaskan As-Sakhawi dalam Fathul Mughits.
↩Pembeda antara khafiyyul irsal dan tadlis al-isnad - terletak pada unsur kesengajaan menyamarkan - ditegaskan As-Sakhawi dalam Fathul Mughits, mengikuti penjelasan Ibnu Hajar al-'Asqalani dalam kitab-kitabnya tentang tadlis.
↩Metode mendeteksi khafiyyul irsal lewat perbandingan seluruh jalur dijelaskan As-Sakhawi dalam Fathul Mughits, konsisten dengan metodologi al-i'tibar.
↩