Naw' keempat puluh empat membahas kasus seorang ayah meriwayatkan hadits DARI anaknya sendiri -arah periwayatan yang terbalik dari kebiasaan umum.
وَصَنَّفُوا فِيمَا عَنِ ابْنٍ أَخَذَا * أَبٌ؛ كَعَبَّاسٍ عَنِ الْفَضْلِ
"Mereka menyusun (kitab) tentang (kasus di mana) seorang ayah mengambil riwayat DARI anaknya -seperti (Sahabat) 'Abbas (paman Nabi) dari (anaknya sendiri) Al-Fadhl." Contoh lain yang disebut: 'Aisyah meriwayatkan dari keponakannya soal "habbah as-sauda'" (jintan hitam).
Koreksi Penting: "Abu Bakr" yang Sering Disalahpahami
أَمَّا أَبُو بَكْرٍ عَنِ الْحَمْرَاءِ * وَغُلِّطَ الْوَاصِفُ بِالصِّدِّيقِ
فَإِنَّهُ لَابْنُ أَبِي عَتِيقِ
"Adapun 'Abu Bakr' (yang meriwayatkan) dari Al-Hamra' -orang yang menyifatinya sebagai (Abu Bakr) Ash-Shiddiq itu KELIRU, karena sebenarnya itu adalah (Abu Bakr) Ibnu Abi 'Atiq." Al-'Iraqi mengoreksi kesalahpahaman umum: nama "Abu Bakr" dalam sebuah sanad tertentu sering disangka merujuk Abu Bakr Ash-Shiddiq (Khalifah pertama), padahal yang dimaksud adalah tokoh lain bernama sama, Abu Bakr bin Abi 'Atiq -sebuah pengingat penting bahwa nama yang sama tidak otomatis merujuk orang yang sama terkenal.
Catatan & Referensi
Bait naw' 44 (bait ke-840 s/d ke-843) ditranskripsi dari edisi tahqiq At-Tabshirah wat-Tadzkirah (Alfiyah al-'Iraqi), seri Mutun Thalib al-'Ilm, bagian "Riwayat Al-Aba' 'an Al-Abna'".
↩