Syaikh Dr. Yahya bin Abdurrazzaq al-Ghautsani
Musnid & Qari' · Masjid Nabawi, Madinah al-Munawwarah
Syaikh Dr. Yahya bin Abdurrazzaq al-Ghautsani
Musnid & Qari' · Madinah al-Munawwarah
Klik "Bukti" untuk melihat dokumen ijazah/sama' asli dari mata rantai tersebut — supaya jalur ini bisa diverifikasi sendiri, bukan sekadar diklaim.
- Syaikh Dr. Yahya bin Abdurrazzaq al-Ghautsani
- Syaikh Bakri al-Tarabishi
- Syaikh Dr. Yahya bin Abdurrazzaq al-Ghautsani
- Syaikh Abdul Ghaffar al-Durubi
- Syaikh Dr. Yahya bin Abdurrazzaq al-Ghautsani
- Syaikh Fath Muhammad Bani Bati
- Syaikh Dr. Yahya bin Abdurrazzaq al-Ghautsani
- Syaikh Muhammad Adil al-Homsi
- Syaikh Dr. Yahya bin Abdurrazzaq al-Ghautsani
- Syaikh Abdul Syakur al-Tirmidzi
- Syaikh Dr. Yahya bin Abdurrazzaq al-Ghautsani
- Syaikh Abdul Rahman Efendi
- Syaikh Dr. Yahya bin Abdurrazzaq al-Ghautsani
- Syaikh Muhammad Yasin bin Muhammad Isa Al-Fadani
...dan seterusnya bersambung melalui jalur periwayatan hingga kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.
Syaikh Dr. Yahya bin Abdurrazzaq al-Ghautsani adalah seorang ulama kontemporer kelahiran Suriah (1383 H) yang dikenal luas sebagai salah satu ahli qira'at terkemuka di zamannya. Jalur akademiknya runtut: sarjana Syariah dari Universitas Islam Madinah (1985), magister Dakwah dan Studi Islam dari Ma'had 'Ali li Ad-Da'wah wal Imamah di Makkah al-Mukarramah (1988), hingga doktor bidang Tafsir dan Ilmu-Ilmu Al-Qur'an dengan spesialisasi ilmu qira'at dari Universitas Al-Qur'an dan Ilmu-Ilmu Islam, Omdurman, Sudan (1997).
Selain jalur akademik formal, keilmuannya juga ditopang sanad talaqqi klasik: ia menerima ijazah Qira'at al-Asyr (sepuluh riwayat qira'at) dari sejumlah guru secara terpisah, di antaranya Syaikh Bakri al-Tarabishi di Damaskus (riwayat Hafsh 'an 'Ashim dan Qira'at al-Asyr — salah satu sanad tertinggi yang masih bersambung hingga hari ini) dan Syaikh Abdul Ghaffar al-Durubi di Makkah, yang dengannya ia mengkhatamkan bacaan sepuluh riwayat berulang kali. Dalam bidang hadits, ia turut talaqqi kepada Syaikh Yasin al-Fadani — dikenal luas sebagai musnid pada masanya — hingga menerima ijazah periwayatan Shahih al-Bukhari dan Sunan Abu Dawud secara lengkap.
Kini ia dikenal aktif mengajar qira'at di Masjid Nabawi, Madinah al-Munawwarah, dan telah menerima ijazah dari ratusan guru sepanjang perjalanan keilmuannya — jaringan sanad yang menjadikannya salah satu musnid rujukan qira'at kontemporer. Sebagaimana lazimnya para masyaikh yang menjadi rujukan sanad lintas negara, detail lengkap riwayat hidupnya belum sepenuhnya diverifikasi untuk keperluan platform ini — bio di atas sengaja disusun umum, berpijak pada fakta yang telah didokumentasikan secara luas, bukan klaim spesifik yang belum bisa dipastikan.